
Jangan dekat-dekat aku. Politik itu hanyalah kursi yang direbut-rebut.
Politisi hanyalah pengasah-pengasah pisau. Untuk dihujamkan ke perut orang...
Aku hanya butuh makan dan sedikit ketenangan. Anakku juga hanya butuh susu dan makanan tambahan.
Pidatomu tak membuatku kenyang. Narasimu tak membuat mataku gampang terpejam...
Saat kampanye. Saat kau tipu aku dengan rayuan-rayuanmu...
Aku hanya orang kecil yang sejak dulu dibuang-buang. Dan kau janji akan mengentaskanku dari kemiskinan...
Akupun slalu mencoba paham. Perjuangan memang berumur panjang. Tapi apakah kau juga berjuang?..
Jika perjuangan memang penuh kesusahan, mengapa perutmu kian buncit saja?
Jika perjuangan memang banyak penderitaan, mengapa badanmu kian gemuk saja?..
Sudahlah, jangan dekati aku lagi. Aku ingin hidup apa adanya. Tidak makmur juga tidak apa-apa. Asalkan ketidakmakmuran juga dirasakan semua orang. Tetap miskin juga tak apa-apa. Asalkan kemiskinan ini tidak direkayasa.
Jangan dekat-dekat aku. Biarkan aku tetap bernama rakyat.







AqSenengTulisanKamuYangIni.SangatJujur.MaknanyaTebel,lebihBerisi.
BalasHapusMengalir,danTidakAdaDiksiYangDipaksakan...