exclusivemails.net

Sabtu, 07 November 2009

....

Pada puisi, ijinkan aku ayah, bercerita tentang gerimis yang mengiringi kepergianmu atau hujan yang membasahi pilar nisanmu.
Pohon kamboja mulai meranggas meski bunga kecil berteduh dibawah daun-daun kering..

Pada puisi, aku datang ayah, bukan hendak menggugat takdir kematianmu atau menghujat sang pemilik maut.
Kali ini aku ingin katakan, kepergianmu adalah pelajaran tanpa kamus. Perenungan panjang untuk dipahami bahwa hidup adalah pembuktian tuk wujudkan syukur dan sabar.

Pada puisi, aku kan kembali menemuimu ayah, lewat goresan pena yang mengajariku tentang arti kematian.
Bila esok tlah ku temukan muara kasihNYA yang tak bertepi, akan ku ceritakan kembali 10 malam kepergianmu dan 10 bunga yang masih berteduh dibawah pohon kamboja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar